• Minggu, 07 Oktober 2012

      NU Jerman Desak SBY Rombak Polri Besar-besaran & Tuntut Kapolri Lengser


      Nurul Hidayati - detikNews

      Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda
      Demo pro KPK di Bundaran HI (7/10)
      Jakarta Insiden Jumat (5/10) malam di KPK tak cuma memprihatinkan kalangan antikorupsi di Tanah Air. Masyarakat Indonesia yang tengah berada di luar negeri juga mengecam insiden yang menambah panjang kasus cicak vs buaya itu.

      Di antara mereka yang memberi perhatian adalah kaum nahdliyin di Jerman. Dalam siaran pers yang disampaikan Ketua Tanfidz PCI NU Jerman kepada detikcom, Minggu (7/10/2012), lembaga tersebut berpendapat telah terlihat kecenderungan penyerangan, baik secara tertutup maupun terbuka yang dilakukan oleh Polri.

      Terhadap hal itu, PCI NU Jerman menyampaikan empat hal:

      1. Mendesak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap tegas dan proaktif untuk menghentikan arogansi Polri yang berada di bawah perintahnya. Sekaligus melakukan perombakan besar-besaran di dalam tubuh Polri.

      2. Menuntut Kapolri Jenderal Timur Pradopo mundur dari jabatannya karena baik diketahui atau tidak, melakukan pembiaran atas intervensi Polri terhadap tugas-tugas KPK. Juga tidak turut mendukung dengan baik dengan menarik penyidik-penyidik Polri di KPK pada saat mereka sedang melakukan pemeriksaan terhadap salah satu petinggi Polri.

      3. Mendesak kepada para anggota DPR RI, tokoh politik dan ormas nasional agar memberikan dukungan penuh kepada KPK agar bebas dari intervensi dan arogansi Polri.

      4. Mengimbau kepada kekuatan masyarakat sipil dan kelompok-kelompok prodemokrasi agar selalu menjalin sinergisitas dalam memantau, mengawal dan mengkritisi secara khusus atas kasus-kasus yang ditangani KPK sekaligus memberikan dukungan secara berlanjut atas usaha dan upaya yang dilakukan oleh KPK.

      "Secara umum, terus mendesak kepada Presiden dalam melakukan restrukturisasi di dalam tubuh Polri," dorong PCI NU Jerman.

      0 komentar:

      Posting Komentar

      Subscribe To RSS

      Sign up to receive latest news